Kamis, 22 Januari 2015

Tugas 3 : PDB Nominal dan PDB Riil

MAKALAH
EKONOMI KOPERASI
PRODUK DOMESTIK BRUTO
“PDB NOMINAL & PDB RIIL”


Disusun oleh :

1.    Indri Yunia Sara                        (24213408)
2.    Nesty Khanistiani                       (26213392)
3.    Putri Intan Prafanda                 (27213011)
4.    Resty Ayu Syafrina                    (27213445)
5.    Siti Hana Rahma S.                    (28213546)
6.    Tiara Eka Wahyu Pratiwi         (28213890)
7.    Vinnike Hermawanty                (29213869)

2EB18

PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur marilah kita haturkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Ekonomi Koperasi dengan judul Produk Domestik Bruto. Makalah Ekonomi Koperasi ini berisi mengenai penjelasan penghitungan produk domestik bruto melalui beberapa pendekatan, selain itu membahas penjelasan tentang produk domestik bruto nominal dan produk domestik bruto riil.
            Penyusunan makalah ini tidak akan terlaksana dan terselesaikan tanpa bantuan,bimbingan dan doa dari berbagai pihak yang dengan ikhlas membantu kami yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
            Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan kami penulis pada khususnya,  kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu kami menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.


                                                                                    Bekasi, 03 Januari  2015


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………… 1
DAFTAR ISI  ........................................................................................................ 2
PENDAHULUAN ................................................................................................ .3
A.    LATAR BELAKANG .............................................................................. .3
B.     TUJUAN ................................................................................................... .3
C.     RUMUSAN MASALAH ........................................................................... 3
PEMBAHASAN .................................................................................................... 4
Ø  PRODUK DOMESTIK BRUTO ................................................................ 4
Ø  PRODUK DOMESTIK BRUTO NOMINAL ............................................ 7
Ø  PRODUK DOMESTIK BRUTO RIIL ...................................................... 21
KESIMPULAN ..................................................................................................... 26
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 27


PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Di negara-negara berkembang, konsep Produk Domestik Bruto adalah konsep yang paling penting dibandingkan dengan konsep pendapatan nasional lainnya. Di dalam suatu perekonomian, di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang, barang dan jasa diproduksikan bukan saja oleh perusahaan milik penduduk negara tersebut tetapi oleh penduduk negara lain. Perusahaan multinasional beroperasi di berbagai negara. Operasi mereka merupakan bagian yang cukup penting dalam kegiatan ekonomi suatu negara dan nilai produksi yang disumbangkan perlu dihitung dalam pendapatan nasional.

B.      TUJUAN
Tujuan penyusunan makalah ini adalah agar pembaca dapat memahami tentang produk domestik bruto, cara menghitungnya, serta mampu menganalisis perkembangan berdasarkan data PDB dari tahun-tahun sebelumnya

C.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah yang dimaksud dengan PDB?
2.      Bagaimana cara menghitung PDB suatu negara?
3.      Apakah perbedaan yang mendasari PDB Nominal dan PDB riil?
4.      Bagaimana cara menganalisis dan menarik kesimpulan dari suatu data PDB yang ada?



PEMBAHASAN

PRODUK DOMESTIK BRUTO
                Produk Domestik Bruto (PDB)  merupakan  nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi oleh faktor – faktor produksi milik  warga negara tersebut dan negara asing di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu atau biasanya dalam satu tahun.  PDB ini hanya  menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Nilai produk domestik bruto dapat dihitung dengan menggunakan harga yang berlaku atau harga dasar yang konstan.
            Produk Domestik Bruto dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan.

1. PENDEKATAN PENGELUARAN
        Pendekatan pengeluaran ini artinya  menjumlahkan seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi selama satu tahun.
Rumus umum untuk PDB pendekatan pengeluaran adalah

PDB    = C + I + G + (X-M)

Ket :
C        = Konsumsi
I         = Investasi
G        = Pengeluaran pemerintah
X        = Ekspor
M       = Impor
           Dimana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.


a. Konsumsi Rumah Tangga
          Nilai perbelanjaan yang dilakukan yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jenis kebutuhannya dalam satu tahun tertentu dinamakan pengeluaran konsumsi rumah tangga.
b. Pembentukan Modal Tetap Sektor Swasta
          Pembentukan modal tetap sektor swasta atau lebih sering dinyatakan sebagai investasi, pada hakikatnya berati pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat menaikkan produksi barang dan jasa dimasa akan datang.
c. Pengeluaran Pemerintah
       Berbeda dengan rumah tangga, yang membeli barang untuk kebutuhannya, pemerintah membeli barang dengan terutama untuk kepentingan masyarakat.
d. Ekspor Neto
          Nilai ekspor yang dilakukan suatu negara dalam suatu tahun tertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama dinamakan ekspor neto. dalam produk domestik bruto nilai ekspor neto ini artinya yaitu ekspor setelah dikurangi dengan impor.

2.  PENDEKATAN PENDAPATAN
                    Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi . Pendekatan ini artinya pendapatan dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor (lapangan usaha) dalam perekonomian.

PDB    = Sewa + Upah + Bunga + Laba

Dimana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, Bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.
Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan  harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit, maka yang sering digunakan adalah dengan pendapatan pengeluaran.



3.  PENDEKATAN PRODUKSI
Pendekatan Produksi adalah nilai tambah yang di ciptakan dalam suatu proses produksi.Metode ini untuk menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian.
Pendekan produksi (PDB/PGNP) merupakan pendapatan yang berasal dari penggunaan beberapa fakto-faktor produksi untuk menghasilkan sesuatu. Nilai produksi suatu sector menggambarkan nilai tambah yang diwujudkan oleh suatu sektor tersebut.
Ada sembilan sektor atau lapangan usaha terbagi dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut :
1)      Sektor Primer
a)      Pertanian, Pertenakan, Kehutanan, dan Perikanan.
b)      Pertambangan dan penggalian.
2)      Sektor Sekunder
a)      Industri pengolahan.
b)      Listrik, air, dan gas.
c)      Bangunan.
3)      Sektor Tersier
a)      Perdagangan, Hotel, dan Restoran.
b)      Pengangkutan dan telekomunikasi.
c)      Jasa lain-lain.
Pendekatan Produksi dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y=(P1X Q1)+(P2X Q2)+….(PnX Qn)

Keterangan :

Y= Pendapatan nasional        
P1= harga barang ke-1             Pn= harga barang ke-n
Q1= jenis barang ke-1             Qn= jenis barang ke-n

            Fungsi dari Produk Domestik Bruto yaitu logika yang sama berlaku untuk perekonomian suatu negara secara keseluruhan. dalam menilai apakah perekonomian berjalan dengan baik atau buruk, merupakan hal alamiah untuk melihat pendapatan total yang diperoleh semua orang dalam perekonomian tersebut. Alasan PDB dapat mengukur pendapatan total dan pengeluaran secara bersamaan adalah kedua hal ini pada dasarnya sama saja. Untuk suatu perekonomian secara keseluruhan, pendapatan harus sama dengan pengeluaran total.
            PDB mengukur nilai produksi yang dilakukan dalam rentang waktu tertentu.  Rentang waktu tersebut biasanya selama rentang waktu tertentu. Rentang waktu tersebut biasanya selama 1 tahun atau triwulan ( 3 bulan). Ketika melaporkan PDB untuk 1 triwulan, pemerintah biasanya menyajikan PDB  “ pada tingkat tahunan”. Ini berati bahwa angka PDB triwulan yang dilaporkan adalah pendapatan total dan pengeluaran selama 1 triwulan dikali 4. Selain itu, ketika melaporkan  PDB triweulanan, pemerintah menyajikan data yang telah dimodifikasi melalui prosedur statistik yang disebut dengan penyesuaian musiman.
1. Produk Domestik Bruto Nominal
          Merupakan PDB yang mengukur nilai output yang dihasilkan berdasarkan harga – harga yang berlaku pada waktu output tersebut diproduksi. Nilai ini bisa berubah setiap saat, baik karena ada perubahan dalam jumlah barang dan jasa atau ada perubahan dalam harga barang dan jasa tersebut. Pada intinya PDB  Nominal mennggunakan harga saat ini untuk menilai produksi barang dan jasa dalam perekonomian. Seiring waktu, tingkat umum harga naik karena inflasi, yang menyebabkan peningkatan PDB nominal bahkan jika volume barang dan jasa yang dihasilkan tidak berubah.
Berikut merupakan data-data PDB nominal

PDB Nominal 2000 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2000 - 2013

Lapangan Usaha
Tahun 2000
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
59 608.30
53 631.50
57 504.90
46 086.80
216 831.50






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
35 014.30
38 890.70
45 169.80
48 617.40
167 692.20






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
88 249.60
92 509.80
99 226.50
105 612.00
385 597.90





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
1 769.70
2 015.50
2 182.30
2 426.30
8 393.80






5.KONSTRUKSI
17 802.90
18 133.70
19 486.20
21 150.60
76 573.40
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
51 136.10
53 921.40
57 903.90
61 490.80
224 452.20







Lapangan Usaha
Tahun 2001
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
61 263.80
64 420.20
70 460.80
55 582.20
251 727.00






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
45 634.30
52 211.40
44 492.50
39 501.30
181 839.50






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
109 697.30
118 362.00
122 692.20
127 559.90
478 311.40





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
2 328.00
2 515.00
2 895.50
3 116.30
10 854.80






5.KONSTRUKSI
21 995.10
22 908.00
23 836.50
25 051.00
93 790.60
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
62 182.00
66 306.00
67 107.00
69 388.60
264 983.60








Lapangan Usaha
Tahun 2002
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
71 128.60
72 590.20
75 572.10
62 299.90
281 590.80





2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
36 692.90
38 654.10
42 489.90
43 084.50
160 921.40






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
127 760.60
130 896.70
133 805.60
130 736.70
523 199.60





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
3 446.60
3 710.60
4 009.80
4 225.00
15 392.00






5.KONSTRUKSI
25 917.60
26 613.20
28 266.10
29 730.50
110 527.40
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
73 733.70
76 219.00
80 479.20
81 755.00
312 186.90








Lapangan Usaha
Tahun 2003
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
78 117.80
78 389.90
82 635.60
66 640.20
305 783.50






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
44 954.00
42 189.80
41 457.20
38 971.30
167 572.30






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
139 853.20
139 611.50
144 504.20
144 951.40
568 920.30





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
4 362.00
4 638.20
5 087.80
5 056.20
19 144.20






5.KONSTRUKSI
29 744.10
30 567.00
32 095.40
32 930.60
125 337.10
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
83 673.10
83 038.00
84 370.50
84 018.80
335 100.40







Lapangan Usaha
Tahun 2004
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
84 250.20
84 907.50
87 841.90
72 125.00
329 124.60






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
40 756.30
49 575.70
55 446.60
59 473.40
205 252.00






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
152 473.20
157 208.00
164 775.90
169 885.50
644 342.60





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
5 674.10
5 897.20
6 042.20
6 116.80
23 730.30






5.KONSTRUKSI
34 989.30
36 598.60
39 057.60
40 602.10
151 247.60
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
85 962.40
90 208.70
94 692.10
97 692.70
368 555.90








Lapangan Usaha
Tahun 2005
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
89 895.00
91 668.90
98 108.90
84 496.50
364 169.30






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
61 641.00
71 557.30
83 726.40
92 089.40
309 014.10






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
173 962.90
182 865.50
188 781.80
214 751.10
760 361.30





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
6 303.20
6 561.40
6 731.00
7 098.20
26 693.80






5.KONSTRUKSI
43 183.80
46 564.40
49 157.50
56 204.90
195 110.60
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
100 092.10
106 367.40
111 542.90
113 617.80
431 620.20








Lapangan Usaha
Tahun 2006
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
106 795.70
106 208.10
119 381.70
100 837.90
433 223.40






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
84 274.50
87 623.20
94 147.30
100 475.80
366 520.80






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
215 518.60
223 986.30
236 876.80
243 157.60
919 539.30





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
7 316.70
7 545.70
7 691.90
7 800.50
30 354.80






5.KONSTRUKSI
58 268.90
60 950.00
64 709.90
67 203.50
251 132.30
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
115 743.90
123 480.30
131 075.30
131 242.90
501 542.40










Lapangan Usaha
Tahun 2007
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
124 925.20
135 785.10
155 196.30
126 024.90
541 931.50






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
102 989.90
106 290.30
113 564.00
117 765.40
440 609.60






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
249 121.10
259 743.00
276 026.00
283 763.80
1 068 653.90





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
8 042.70
8 495.10
8 976.80
9 209.20
34 723.80






5.KONSTRUKSI
69 422.30
72 573.00
78 044.50
84 957.00
304 996.80
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
137 876.40
144 069.90
154 628.80
155 729.00
592 304.10








Lapangan Usaha
Tahun 2008
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
162 068.40
179 172.10
208 413.40
167 002.30
716 656.20






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
122 566.50
137 797.80
141 987.00
138 983.00
541 334.30






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
303 272.50
334 107.40
370 881.70
368 180.10
1 376 441.70





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
9 508.10
10 197.70
10 525.20
10 657.60
40 888.60





5.KONSTRUKSI
89 393.80
100 807.50
113 454.80
116 055.80
419 711.90
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
156 506.40
168 590.40
184 127.40
182 263.30
691 487.50










Lapangan Usaha
Tahun 2009
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
205 304.30
215 662.40
238 781.60
197 448.50
857 196.80






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
131 397.30
142 177.60
154 983.30
163 502.70
592 060.90






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
352 510.40
360 342.60
380 248.30
384 440.20
1 477 541.50





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
11 122.10
11 714.80
11 829.50
12 013.60
46 680.00






5.KONSTRUKSI
126 948.70
135 261.50
144 012.70
148 969.60
555 192.50
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
176 189.10
178 965.70
189 907.60
199 451.10
744 513.50









Lapangan Usaha
Tahun 2010
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
240 206.90
249 023.60
271 356.20
224 883.80
985 470.50






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
167 450.90
176 542.20
185 324.50
190 392.50
719 710.10






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
382 621.40
394 597.00
403 576.10
418 278.60
1 599 073.10
a. Industri Migas
54 147.40
55 702.20
49 757.80
54 825.30
214 432.70






b. Industri bukan Migas
328 474.00
338 894.80
353 818.30
363 453.30
1 384 640.40






4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
11 578.00
12 128.70
12 556.20
12 856.10
49 119.00






5.KONSTRUKSI
150 541.50
160 598.70
172 481.40
177 268.90
660 890.50
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
207 420.70
215 068.30
226 825.80
233 172.40
882 487.20







Lapangan Usaha
Tahun 2011
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
272 238.50
277 718.00
299 292.20
242 198.40
1 091 447.10






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
208 901.40
210 475.10
221 821.90
235 785.40
876 983.80






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
423 502.30
447 513.20
464 475.10
470 649.90
1 806 140.50





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
13 139.60
13 755.10
14 299.70
14 687.90
55 882.30






5.KONSTRUKSI
173 052.80
183 336.10
194 070.20
203 095.50
753 554.60
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
237 658.50
251 946.40
264 605.90
269 514.00
1 023 724.80




Lapangan Usaha
Tahun 2012 (*)
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
301 058.20
305 214.50
328 968.20
258 212.00
1 193 452.90






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
250 160.80
246 345.40
238 631.40
235 686.20
970 823.80






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
467 196.60
484 349.60
506 079.50
514 897.90
1 972 523.60





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
14 681.20
15 461.10
15 746.60
16 345.70
62 234.60






5.KONSTRUKSI
195 575.60
206 478.00
216 950.70
225 086.60
844 090.90
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
268 417.40
283 600.50
293 499.40
303 173.30
1 148 690.60







Lapangan Usaha
Tahun 2013 (**)
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
324 287.10
332 932.00
363 919.90
289 898.30
1 311 037.30






2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
246 935.90
238 849.80
255 096.60
279 890.90
1 020 773.20






3.INDUSTRI PENGOLAHAN
507 479.40
525 252.80
549 343.10
570 517.60
2 152 592.90





4.LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH
16 980.50
17 116.50
17 265.50
18 712.10
70 074.60






5.KONSTRUKSI
212 277.60
222 199.40
230 494.10
242 295.90
907 267.00
6.PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
303 799.90
318 763.90
334 355.60
344 586.90
1 301 506.30

PDB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2000 - 2013


2. Produk Domestik Bruto  Riil
                PDB Riil mengukur nilai output dalam dua tahun atau lebih yang berbeda dengan menilai barang dan jasa disesuaikan dengan inflasi. Secara khusus, para ekonom ingin mengukur jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh perekonomian yang tidak dipengaruhi oleh perubahan harga barang dan jasaa. PDB Riil menjawab satu pertanyaan hipotesis, yakni berapa nilai barang dan jasa yang diproduksi pada tahun ini jika kita menilai barang dan jasa tersebut dengan harga yang berlaku pada tahun tertentu pada masa lampau.
            PDB Riil menunjukan bagaimana produksi barang dan jasa keseluruhan dalam perekonomian seiring berjalannya waktu dengan mengevaluasi produksi masa sekarang menggunakan harga-harga yang ditetapkan di masa lampau. PDB Riil cocok untuk digunakan sebagai alat ukur kesejahteraan, karena mencerminkan kemampuan perekonomian dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan orang-orang.
            PDB Riil adalah nilai barang dan jasa yang diukur menggunakan harga konstan.Perhitungan PDB Riil dengan pertama-tama memilih suatu tahun sebagai tahun pokok, kemudian kita menggunakan harga-harga pada tahun pokok tersebut untuk menghitung nilai barang dan jasa pada semua tahun. Dengan kata lain , harga pada tahun pokok menjadi referensi dalam membandingkan jumlah pada tahun yang berbeda.

PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Lapangan Usaha (Miliar Rupiah), 2000 - 2013

Lapangan Usaha
Tahun 2000
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
58 735.60
54 424.90
57 933.00
45 738.00
216 831.50
a. Tanaman Bahan Makanan
37 037.20
28 222.50
27 241.40
19 854.50
112 355.60
b. Tanaman Perkebunan
4 957.30
8 760.20
12 071.00
6 702.90
32 491.40
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
6 362.90
6 090.90
6 116.50
6 660.60
25 230.90
d. Kehutanan
3 731.10
3 966.20
4 303.80
4 341.90
16 343.00
e. Perikanan
6 647.10
7 385.10
8 200.30
8 178.10
30 410.60
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
40 411.50
40 256.00
42 521.80
44 502.90
167 692.20
a. Minyak dan Gas Bumi
28 764.50
28 520.70
29 639.90
30 230.90
117 156.00
Lapangan Usaha
Tahun 2001
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
57 670.00
58 155.80
61 132.00
46 933.70
223 891.50
a. Tanaman Bahan Makanan
33 805.20
29 387.90
29 540.70
19 845.70
112 579.50
b. Tanaman Perkebunan
5 370.30
9 782.20
12 537.70
7 342.30
35 032.50
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
6 811.20
6 849.10
6 844.50
7 124.60
27 629.40
d. Kehutanan
4 140.10
4 384.80
4 430.30
3 782.90
16 738.10
e. Perikanan
7 543.20
7 751.80
7 778.80
8 838.20
31 912.00
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
42 722.50
41 913.10
41 915.60
41 693.20
168 244.40
a. Minyak dan Gas Bumi
28 582.70
27 212.70
27 467.60
28 187.90
111 450.90
Lapangan Usaha
Tahun 2002
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
58 532.20
60 583.60
62 757.60
49 740.10
231 613.50
a. Tanaman Bahan Makanan
34 180.60
30 234.20
29 050.80
21 515.90
114 981.50
b. Tanaman Perkebunan
5 602.90
10 254.90
13 473.10
7 742.40
37 073.30
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
7 394.40
7 229.10
7 291.30
7 515.70
29 430.50
d. Kehutanan
3 674.10
4 624.20
4 539.60
4 287.50
17 125.40
e. Perikanan
7 680.20
8 241.20
8 402.80
8 678.60
33 002.80
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
41 328.60
41 888.10
44 102.20
42 613.10
169 932.00
a. Minyak dan Gas Bumi
27 903.60
26 811.30
26 782.70
26 633.00
108 130.60

Lapangan Usaha
Tahun 2003
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
59 903.30
62 446.70
65 780.50
52 256.80
240 387.30
a. Tanaman Bahan Makanan
34 761.10
31 153.90
30 191.90
23 057.90
119 164.80
b. Tanaman Perkebunan
5 811.30
10 341.10
14 474.00
8 067.50
38 693.90
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
7 864.50
7 588.70
7 540.70
7 653.10
30 647.00
d. Kehutanan
3 415.80
4 650.90
4 577.20
4 569.80
17 213.70
e. Perikanan
8 050.60
8 712.10
8 996.70
8 908.50
34 667.90
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
41 812.50
43 468.30
43 035.90
39 287.10
167 603.80
a. Minyak dan Gas Bumi
25 620.20
25 572.10
26 039.20
25 855.70
103 087.20
Lapangan Usaha
Tahun 2004
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
63 026.80
64 369.80
66 892.60
52 874.40
247 163.60
a. Tanaman Bahan Makanan
36 524.70
32 287.70
31 298.40
22 500.90
122 611.70
b. Tanaman Perkebunan
5 967.60
10 523.30
13 725.90
8 632.50
38 849.30
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
8 152.20
7 763.10
7 877.60
7 879.60
31 672.50
d. Kehutanan
3 736.50
4 689.80
4 541.30
4 466.20
17 433.80
e. Perikanan
8 645.80
9 105.90
9 449.40
9 395.20
36 596.30
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
37 774.00
39 718.20
40 598.80
42 009.50
160 100.50
a. Minyak dan Gas Bumi
24 738.10
24 543.00
24 607.70
24 747.50
98 636.30

Lapangan Usaha
Tahun 2005
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
62 783.40
65 868.40
69 398.50
55 831.40
253 881.70
a. Tanaman Bahan Makanan
36 005.70
33 081.60
32 529.40
24 185.10
125 801.80
b. Tanaman Perkebunan
6 083.40
10 668.20
14 061.90
8 997.40
39 810.90
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
8 142.00
7 829.10
8 102.70
8 272.70
32 346.50
d. Kehutanan
3 641.50
4 542.10
4 511.90
4 481.40
17 176.90
e. Perikanan
8 910.80
9 747.40
10 192.60
9 894.80
38 745.60
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
39 697.00
40 184.00
41 781.40
43 560.20
165 222.60
a. Minyak dan Gas Bumi
24 129.80
23 955.30
24 238.70
24 570.80
96 894.60

Lapangan Usaha
Tahun 2006
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
66 940.80
66 939.80
71 221.80
57 300.40
262 402.80
a. Tanaman Bahan Makanan
39 110.10
33 211.90
33 061.50
24 165.10
129 548.60
b. Tanaman Perkebunan
6 269.00
10 919.00
14 626.90
9 503.10
41 318.00
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
8 517.50
8 119.30
8 314.90
8 478.50
33 430.20
d. Kehutanan
3 567.60
4 488.60
4 317.20
4 313.50
16 686.90
e. Perikanan
9 476.60
10 201.00
10 901.30
10 840.20
41 419.10
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
40 626.70
41 609.40
42 247.60
43 548.00
168 031.70
a. Minyak dan Gas Bumi
23 944.80
24 136.40
23 847.60
23 924.30
95 853.10
Lapangan Usaha
Tahun 2007
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
65 518.40
70 697.60
76 778.50
58 514.80
271 509.30
a. Tanaman Bahan Makanan
36 262.90
36 065.50
37 379.70
24 180.40
133 888.50
b. Tanaman Perkebunan
6 852.70
11 206.80
15 119.40
10 020.30
43 199.20
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
8 708.50
8 264.80
8 480.20
8 767.20
34 220.70
d. Kehutanan
3 581.70
4 453.00
4 264.90
4 248.50
16 548.10
e. Perikanan
10 112.60
10 707.50
11 534.30
11 298.40
43 652.80
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
43 109.10
42 935.80
42 639.50
42 594.00
171 278.40
a. Minyak dan Gas Bumi
23 758.20
23 484.50
23 818.80
23 685.10
94 746.60
Lapangan Usaha
Tahun 2008
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
69 736.50
74 099.40
79 271.00
61 512.20
284 619.10
a. Tanaman Bahan Makanan
39 277.80
37 809.90
38 944.50
25 968.20
142 000.40
b. Tanaman Perkebunan
7 298.60
11 969.60
15 289.50
10 226.20
44 783.90
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
8 834.50
8 595.60
8 763.20
9 232.00
35 425.30
d. Kehutanan
3 578.20
4 258.10
4 371.30
4 335.70
16 543.30
e. Perikanan
10 747.40
11 466.20
11 902.50
11 750.10
45 866.20
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
42 416.90
42 784.40
43 646.00
43 649.00
172 496.30
a. Minyak dan Gas Bumi
23 676.10
23 755.60
24 065.80
23 670.00
95 167.50

Lapangan Usaha
Tahun 2009
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
73 740.10
76 173.80
81 922.00
64 047.90
295 883.80
a. Tanaman Bahan Makanan
42 281.20
38 579.90
40 549.40
27 647.30
149 057.80
b. Tanaman Perkebunan
7 572.50
12 177.10
15 425.40
10 383.40
45 558.40
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
8 960.90
9 003.70
9 187.80
9 496.50
36 648.90
d. Kehutanan
3 626.60
4 357.10
4 449.80
4 410.10
16 843.60
e. Perikanan
11 298.90
12 056.00
12 309.60
12 110.60
47 775.10
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
43 538.80
44 272.90
46 393.80
45 995.00
180 200.50
a. Minyak dan Gas Bumi
23 662.80
23 554.90
24 006.70
24 005.60
95 230.00
Lapangan Usaha
Tahun 2010
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
76 253.40
78 576.50
83 282.00
66 665.20
304 777.10
a. Tanaman Bahan Makanan
43 108.60
39 200.00
40 568.70
28 623.40
151 500.70
b. Tanaman Perkebunan
8 225.40
12 731.80
15 548.40
10 645.00
47 150.60
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
9 245.70
9 382.20
9 612.80
9 973.70
38 214.40
d. Kehutanan
3 692.90
4 473.30
4 573.00
4 510.40
17 249.60
e. Perikanan
11 980.80
12 789.20
12 979.10
12 912.70
50 661.80
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
45 256.40
46 193.10
47 830.10
47 872.90
187 152.50
a. Minyak dan Gas Bumi
23 614.10
24 130.50
24 385.20
24 016.20
96 146.00
Lapangan Usaha
Tahun 2011
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
79 173.60
81 783.60
85 864.80
68 214.80
315 036.80
a. Tanaman Bahan Makanan
44 375.60
40 268.20
40 917.10
28 593.00
154 153.90
b. Tanaman Perkebunan
8 670.40
13 483.70
16 256.90
10 849.40
49 260.40
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
9 688.30
9 836.40
10 099.80
10 415.80
40 040.30
d. Kehutanan
3 688.10
4 559.40
4 662.90
4 485.10
17 395.50
e. Perikanan
12 751.20
13 635.90
13 928.10
13 871.50
54 186.70
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
47 201.00
46 892.50
48 219.20
47 830.50
190 143.20
a. Minyak dan Gas Bumi
23 711.90
23 715.00
24 372.90
23 355.40
95 155.20







Lapangan Usaha
Tahun 2012 (*)
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
82 778.30
85 203.60
90 672.50
69 625.30
328 279.70
a. Tanaman Bahan Makanan
46 067.30
42 034.00
43 021.10
27 787.70
158 910.10
b. Tanaman Perkebunan
9 245.90
14 112.20
17 656.10
11 311.20
52 325.40
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
10 130.00
10 302.80
10 571.50
10 914.30
41 918.60
d. Kehutanan
3 743.10
4 427.30
4 540.40
4 712.20
17 423.00
e. Perikanan
13 592.00
14 327.30
14 883.40
14 899.90
57 702.60
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
48 367.90
48 405.10
48 209.40
48 133.30
193 115.70
a. Minyak dan Gas Bumi
23 324.10
23 230.40
22 852.70
22 283.90
91 691.10
Lapangan Usaha
Tahun 2013 (**)
1
2
3
4
Jumlah
1.PERTANIAN, PETERNAKAN,KEHUTANAN,PERIKANAN
85 868.00
88 041.60
93 690.30
72 290.30
339 890.20
a. Tanaman Bahan Makanan
47 069.60
42 497.30
44 445.60
27 957.00
161 969.50
b. Tanaman Perkebunan
9 854.30
15 017.30
18 004.60
12 026.80
54 903.00
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya
10 568.50
10 727.60
11 055.60
11 562.30
43 914.00
d. Kehutanan
3 793.90
4 475.70
4 543.90
4 629.00
17 442.50
e. Perikanan
14 581.70
15 323.70
15 640.60
16 115.20
61 661.20
2.PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN
48 414.50
48 113.20
49 167.10
50 013.70
195 708.50
a. Minyak dan Gas Bumi
22 144.90
22 137.20
22 271.60
22 188.00
88 741.70




KESIMPULAN
Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai dari seluruh barang atau jasa yang diproduksi oleh faktor-faktor produksi milik warga negara lokal ataupun warga negara asing dalam suatu wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu. Yang menjadi dasar acuan dalam menentukan Produk Domestik Bruto adalah nilai total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi tersebut dilakukan dengan memakai faktor produksi dari dalam negeri ataupun tidak.
Terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung Produk Domestik Bruto, yaknipendekatan pendapatan, pendapatan pengeluaran, dan pendekatan produksi.
Produk Domestik Bruto juga dapat dihitung berdasarkan dua harga yang berbeda, yaitu menggunakan harga yang sedang berlaku (Produk Domestik Bruto nominal) ataupun menggunakan harga yang tetap atau konstan (Produk Domestik Bruto riil).
Berdasarkan data PDB atas dasar harga konstan (PDB Riil) menurut lapangan usaha pada tahun 2000-2013, tercatat kenaikan yang cukup signifikan di tiap tahun pada jumlah dari seluruh sektor lapangan usaha pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Namun jika dijabarkan per lapangan usaha, hanya lapangan usaha perhutanan yang tidak mengalami kenaikan. Sektor tersebut berfluktuasi karena penurunan yang sempat terjadi pada tahun 2005-2008, namun kembali meningkat mulai tahun 2009.
Untuk lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta minyak dan gas bumi, kedua sektor tersebut mengalami fluktuasi. Sektor pertambangan dan pertanian sempat mengalami penurunan pada tahun 2003-2004 setelah mengalami kenaikan pada 3 tahun sebelumnya, namun kembali terjadi peningkatan pada tahun 2005-2013. Dan untuk sektor minyak dan gas bumi, hanya terjadi peningkatan pada tahun 2008-2010 setelah 8 tahun sebelumnya terus menurun. Namun kemerosotan kembali terjadi dari tahun 2011-2013.


DAFTAR PUSTAKA






Tugas 2 : Resume Pengusaha Sukses


Siapa yang tak kenal Roti Bakar Edi? Tempat nongkrong favorit anak muda, professional, birokrat, bahkan selebritis ini sudah berumur 40 tahun. Nah, bagaimana evolusi bisnisnya di tangan generasi kedua?

Perjalanan Roti Bakar Edi membangun brand dan reputasi bisnisnya memang tak bisa dibilang sederhana. Konsistensi di sisi rasa, kualitas pelayanan, dan kenyamanan konsumen menjadi kunci dari eksisnya sebuah brand yang sudah berumur lebih dari 40 tahun ini. Kini, di tangan generasi kedua, perjalanan Roti Bakar kian ekspansif membuka cabang dan menjalankan strategi bisnisnya. Walaupun konsep tenda masih dipertahankan untuk beberapa cabangnya, namun memanjakan konsumen dengan suasana yang rileks adalah pilihan lain yang dikembangkan. Seperti terlihat di gerai Cibubur, Depok, dan Pondok Gede yang menggunakan konsep semi resto.
Hal tersebut dibenarkan Ariyadi, Owner Roti Bakar Edi yang juga anak keempat dari Edi Supardi, Founder dan Owner dari Roti Bakar Edi.  Menurutnya, untuk cabang Depok, Cibubur, dan Pondok Gede  memang lain manajemen. “Walaupun sama brand-nya, tapi manajemen berbeda, dan itu memang dipegang oleh kakak saya kandung saya, dia mau coba buka Roti Bakar Edi sendiri dengan konsep semi permanen atau semi resto,” katanya.
Sedangkan dirinya yang mengelola outlet Senayan, Blok M, Warung Buncit dan Pasar Minggu tetap mempertahankan konsep tenda dengan mengandalkan kenyamanan, kecepatan pelayanan, dan kualitas rasa yang membuat lidah konsumen terus ingin menikmati roti bakar yang empuk dan-meminjam istilah Pakar Kuliner Bondan Winarno-maknyusss. Menurut Ariyadi, kendala dari outlet tenda adalah selalu bongkar pasang. Dan itu, kata Ari-demikian ia biasanya disapa, sangat merepotkan dan perlu tenaga ekstra untuk melakukannya.
“Namun itulah seninya berwirausaha, apalagi tempat ini (Seberang mMasjid Agung Al-Azhar) merupakan tempat favorit untuk nongkrong dan ini sudah lama kami beroperasi di sini, jadi soal bongkar pasang tenda tidak jadi persoalan yang besar buat kami,” katanya. Intinya, imbuh Ari, dua konsep tersebut tetap mengutamakan kenyamanan konsumen, rasa yang terstandar, dan pelayanan yang ramah, cepat, dan menyenangkan.
“Rasa, kualitas pelayanan, dan kenyaman memang nomor satu di Roti Bakar Edi, jangan sampai makan di berbagai cabang kita yang lain namun rasanya tidak berubah,” katanya. Namun untuk menjaga hal tersebut, Ari selalu me-rolling anak buahnya ke semua cabang Roti Bakar Edi. Tujuannya, kata Ari, agar semuanya terstandar dan konsumen tidak akan menemukan rasa yang berlainan antara satu cabang dengan cabang yang lain.
Ari mengakui bahwa manajemen yang ia lakukan dalam mengelola Roti Bakar Edi adalalah manajemen kekeluargaan. Artinya, dirinya selalu terbuka dengan para karyawan yang ada. “Jika ada komplain terkait pelayanan dan rasa saya selalu bicarakan kepada mereka,” katanya.
Ada beberapa divisi yang ada di Roti Bakar Edi, ada divisi khusus yang membuat buat roti, yang menyajikan minuman, membakar pisang, dan membakar roti, serta adapu yang khusus mengorder dari konsumen. “Kami menghargai mereka sesuai dengan keahliannya,” kata Ari.  Untuk outlet yang ada di seberang Masjid Agung Al-Azhar, mempunyai kapasitas 30 puluh buah meja dengan sekitar 200 bangku. Roti Bakar Edi mulai beroperasi pada jam 18.00 WIB dan tutup pada pukul 2 atau 3 dinihari.
Terkait dengan perkembangan dunia online, rupanya Roti Bakar Edi belum ada niat masuk ke dunia online untuk menyapa dan memaintain pelanggan loyalnya. “Sampai saat ini saya belum ada niat masuk ke sana, apalagi mau buat facebook dan twitter Roti Bakar Edi, belum ada rencana ke sana,” katanya.
Target ke depan, jelas Ari, adalah terus melakukan pengembangan outlet atau jaringan. “Ke depan insya Allah kita akan tambah cabang baru,” katanya. Biasanya untuk membuka cabang baru, Ari seringkali mendapat tawaran kerjasama dari customer. “Mereka menawarkan tempat, kita akan survei, setelah cocok baru kita kontrak atau sewa, namun untuk pengelolaannya kami lakukan sendiri,” katanya.
Untuk mengontrol semua cabang yang ada, Ari menempatkan orang-orang kepercayaannya yang bertanggungjawab terhadap keberlangsungan operasional outlet. “Sekarang hampir setiap hari Pak Edi yang kontrol, sedangkan saya fokus mengelola outlet di sini,” katanya. Nah, jika ada masalah atau apapun yang terjadi, Ari dan Pak Edi yang akan memanggil penanggungjawab outlet. “Mereka adalah orang kepercayaan saya untuk menjalankan bisnis ini dengan baik dan bisa meningkat atau lebih baik dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Mereka, imbuh Ari, diberi kekuasaaan penuh untuk mengelola outlet tersebut. “Bagaimanapun caranya agar omsetnya meningkat,” katanya. Jika terjadi penurunan omset dan kunjungan pelanggan, Ari menjelaskan, maka evaluasi mutlak dilakukan.
Jika faktor penyebabnya adalah cuaca atau musim hujan, dirinya bisa memaklumi. Adapun bila cuaca biasa saja namun omset turun berarti ada masalah. Kalau cuaca baik-baik saja tapi kurang kita akan evaluasi,” katanya. Saat ditanya soal inovasi menu dan produk, ia menyatakan jarang melakukannya. Dirinya hanya fokus pada inovasi rasa dan kualitas dari produk agar tetap sama dan standar.
Saat ini, karyawan Roti Bakar Edi mencapai 80 orang dengan sistem gaji harian. “Kami berikan insetif pada Hari Raya dan fasilitas pengobatan saja,” ujarnya. Hebatnya, karyawan Roti Bakar Edi banyak yang bertahan sampai 25 atau 20 tahun. “Karena kami selalu mendorong mereka untuk berfikir terbuka, kalau ada pekerjaan yang lebih baik silahkan pilih dan mereka pastai bicara ke saya atau ke Bapak, kalau ada yang punya modal, silahkan buka usaha sendiri,” katanya. Terkait kepuasan pelanggan, bagi Ari hal itu adalah segalanya. “Kami bisa seperti ini adalah hasil dari kepercayaan dan kepuasan customer,” katanya.
Restu Pendiri Senjata Membesarkan Roti Bakar Edi
Ariyadi, putra bungsi Edi Supardi, Pendiri Roti Bakar Edi, pada awalnya tidak berminat meneruskan usaha Bapaknya. “Cita-cita mau jadi polisi waktu kecil,” katanya. Namun, cita-cita tersebut gagal diwujudkannya. Setelah ia renungkan, ada seseorang yang menasihatinya agar dia meneruskan usaha roti bakar yang sudah dirintis ayahnya selama puluhan tahun. “Jika tidak ada yang meneruskan sayang, karena banyak orang yang tahu Roti Bakar Edi, masak anaknya sendiri tidak ada yang mau meneruskan”. Begitulah nasihat seseorang yang membuat Ariyadi berbalik arah dan mau meneruskan usaha Roti Bakar Edi. “Ini sudah takdir saya harus membesarkan usaha ini”.
Setelah 10 tahun terjun dan mengendalikan bisnis Roti Bakar Edi, dirinya baru merasa enjoy. “Karena saya tidak terikat dan bisa melakukan apapun. Alhamdulillah, saya bisa mensyukuri apa yang saya dapat dari sini, dan saya terjun tidak bisa setengah-setengah. Dibenak saya bagaimana agar bisa meningkatkan usaha ini lebih baik dan lebih maju lagi,” katanya panjang lebar.
Ide pengembangan dan perbaikan bisnis pun kerap ia realisasikan setelah berkonsultasi dulu ke Pak Edi. “Setiap keputusan selalu saya konsultasikan ke beliau, sebab dia lebih tahu dari pada saya. Jika menurut beliau baik, itu yang akan saya jalankan,” katanya. Sebab, ia melanjutkan, orang sukses itu harus mendengar apa yang dinasihatkan orang tua. Ibarat pepatah Jawa, jangan sampai melebihi orang tua dan selalu mohon restu dari mereka. Karena itu, Ari berusaha sebisa mungkin meminimalisir kesalahan yang timbul dari keputusan yang dijalankannya. “Kalau salah, imbasnya pasti ke orang banyak, ini yang saya hindari,” katanya.
Mahmud


Tugas 2 : Kiat-kiat Bisnis

Berikut ini adalah kiat-kiat bisnis agar berhasil:
1.      Punya Rencana
Anda tak akan bisa melakukan apapun tanpa sebuah rencana. Menyusunnya merupakan salah satu bagian penting jika Anda ingin sukses berbisnis. Berencana akan membuat anda siap menghadapi situasi bisnis terbaik bahkan yang terburuk sekalipun.
 
2.      Harus Punya Plan B
Tak semua di dunia bisnis dapat berjalan sesuai rencana. Dengan begitu anda harus selalu punya alternatif lain untuk tujuan yang sama.  Saat Anda mengalami kondisi sulit dalam bisnis, rencana-rencana cadangan tersebut akan membantu Anda keluar dari ancaman gulung tikar.
 
3.      Bekerja Keras
Hal ini tentu bukan langkah aneh yang harus dilakukan dalam mencapai kesuksesan berbisnis. Persiapkan apapun yang anda butuhkan lalu bekerja keras untuk mewujudkan semua tujuan bisnis anda.
 
4.      Berhubungan Baik dengan Orang Lain
Sebuah bisnis dapat bertahan jika Anda memiliki citra dan hubungan yang baik dengan karyawan, konsumen dan rekan usaha. Agar sukses dalam berbisnis, anda harus terlihat kuat dan memiliki kemampuan interpersonal yang kuat. Artinya Anda harus menyingkirkan ego anda agar bisa sukses berbisnis. Kesan yang baik tak akan habis dimakan waktu.
 
5.      Cari Mentor
Jangan minder berkenalan dan berteman dengan pengusaha lokal atau pebisnis dengan pencapaian gemilang. Mereka bisa menjadi mentor yang membantu anda memahami risiko dan tantangan dalam sebuah bisnis. Mereka juga dapat menjadi rekan bertukar ide hingga memfasilitasi anda dalam mendapatkan investor.
 
6.      Pisahkan Kehidupan Kerja dan Pribadi
Untuk mencapai keberhasilan berbisnis, anda butuh orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Jangan ajak orang yang tidak kompeten, hanya karena dia adalah teman atau kerabat anda. Hal tersebut akan mengganggu komunikasi bisnis. Jadi pisahkan kehidupan profesional dan pribadi Anda
 
7.      Radikal
Jangan takut melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapa pun, misalnya membuat produk baru atau memodifikasi pasar dengan mengubah beberapa faktor seperti servis dan cara pendistribusian barang.  
 
8.      Jadi Panutan
Bersikaplah dengan baik agar bisa menjadi contoh orang lain. Dengan menjadi panutan bagi orang lain, maka jalan anda menuju sukses akan lebih mulus.
 
9.      Bertindak Bijak dalam Mengelola Keuangan
Tak ada satu pun orang boros yang bisa jadi kaya. Jika anda ingin sukses dalam berbisnis dan menjadi kaya, berinvestasilah dengan bijak. Kembangkan rencana pembiayaan yang dapat membuat pengeluaran bisnis anda lebih terarah.
 
10.  Tahan Mental
Jangan terlalu terpengaruh dengan kesuksesan orang lain. Sebab, mengetahui betapa suksesnya seseorang bisa jadi malah membuat anda tidak percaya diri dan mengalami demotivasi dalam memulai sebuah usaha. Taklukkan mental seperti ini dengan membuatnya menjadi hal yang dapat memacu semangat anda.

Sumber:

Tugas 1 : Koperasi

1.     Pengertian Koperasi
Menurut asal katanya, koperasi berasal dari bahasa inggris “Co-operation” (“Co” artinya bersama, dan “Operation” artinya bekerja). Jadi secara sederhana koperasi artinya bekerjasama.

Menurut UU No. 25 Tahun 1992, Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Sedangkan menurut pasal UU No. 17 Tahun 2012, Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, untuk dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.

2.     Ciri-ciri Koperasi di Indonesia
Pada dasarnya koperasi di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Koperasi adalah kumpulan orang dan bukan kumpulan modal. Artinya koperasi mengabdi dan menyejahterakan anggotanya.
  2. Merupakan wadah ekonomi sosial, yaitu semua kegiatan di dalam koperasi dilaksanakan dengan bekerjasama dan bergotong-royong berdasarkan derajat, hak, dan kewajiaban anggotanya.
  3. Segala kegiatan di dalam koperasi didasarkan pada kesadaran para anggota.
  4. Tujuan ideal koperasi adalah untuk kepentingan bersama para anggotanya.


3.     Tujuan Koperasi
Tujuan utama koperasi di Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Tujuan lainnya adalah:
a.       Memaksimumkan keuntungan (Maximize profit)
b.      Memaksimumkan nilai perusahaan (Maximize the value of the firm)
c.       Memaksimumkan biaya (Minimize profit)

4.     Fungsi Koperasi
Fungsi koperasi yaitu sebagai berikut:
  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
  2. Berperan secara aktif dalam upaya mempertinggi kulaitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
  4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional.


5.     Prinsip-prinsip Koperasi
Prinsip-prinsip koperasi yaitu:
  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokrasi.
  3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing.
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
  5. Kemandirian.
  6. Pendidikan perkoperasian.
  7. Kerjasama antar koperasi.


6.     Jenis-jenis Koperasi
Berdasarkan Jenisnya:
  1. Koperasi Produksi, yaitu koperasi yang menghasilkann suatu barang.
  2. Koperasi Konsumsi, yaitu koperasi yang menyediakan kebutuhan anggotanya dalam bentuk barang.
  3. Koperasi Simpan Pinjam, yaitu koperasi yang menampung dana anggota untuk ditabung dan diberi imbalan.
  4. Koperasi Serba Usaha, yaitu koperasi yang terdiri dari berbagai jenis usaha.


Berdasarkan Keanggotannya:
  1. Koperasi Pegawai Negeri, yaitu koperasi yang beranggotakan para pegawai negeri.
  2. Koperasi Pasar, yaitu koperasi yang beranggotakan para pedagang pasar.
  3. Koperasi Unit Desa, yaitu koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan.
  4. Koperasi Sekolah, yaitu koperasi yang beranggotakan warga sekolah.


Berdasarkan Tingkatannya
  1. Koperasi Primer, yaitu koperasi yang beranggotakan individu-individu.
  2. Koperasi Sekunder, yaitu koperasi yang beranggotakan beberapa koperasi.


Berdasarkan Fungsinya
  1. Koperasi Konsumsi, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para anggotanuya
  2. Koperasi Jasa, untuk memberikan jasa keuangan kepada para anggotanya.
  3. Koperasi Produksi, yaitu koperasi untuk membantu penyediaan bahan baku; penyediaan peralatan produksi, membantu proses produksi, membantu menjual dan memasarkan hasil produksinya tersebut.


Proses Pendirian Koperasi


Sumber:

Jumat, 02 Januari 2015

Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)

Perang pemikiran secara sederhana dapat diartikan dengan mengubah pemikiran kaum muslim oleh kaum kafir, dimana yang buruk akan terlihat baik.

Tujuan mereka dapat kita lihat pada surah Al-Baqarah: 120 yang artinya “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah”.

Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya “Di akhir zaman kelak, umat Islam bagaikan buih di lautan”. Maksudnya adalah di akhir zaman kelak, umat Islam jumlahnya banyak, namun mudah diombang-ambing.

Orang kafir menggoda kita dari 4M + 1F
1. Food
Kita dapat melihat bahwa kini banyak kaum kafir yang lebih cerdas dari kaum muslim. Hal tersebut salah satunya dikarenakan oleh faktor makanan. Makanan cepat saji yang mereka buat, dengan bangga dikonsumsi oleh umat muslim. Padahal, mereka sendiri tidak mengonsumsinya.
Contohnya sejak kecil, bayi-bayi anak kandung mereka berikan kacang-kacangan agar cerdas. Namun mereka memproduksi makanan bayi instan (hanya diseduh dengan air hangat) dan mengandung pengawet yang akan melemahkan pola pikir bagi konsumennya.

2. Fashion
Pakaian-pakaian terbuka dengan merk terkenal yang harganya mahal banyak digunakan oleh kaum kafir, banyak pula kaum muslim yang tergoda untuk mengikutinya. Padahal cara berpakaian telah dengan jelas diatur oleh Allah yakni pakaian yang menutupi aurat.

3. Fun
Kesenangan di dunia banyak ditawarkan oleh kaum kafir. Sebagai kaum muslim, seharusnya kita berlomba-lomba untuk mencari kebahagiaan di akhirat kelak dengan memperbanyak ibadah. Kebahagiaan juga tergantung bagaimana kita menikmatinya, bagi sebagian orang, ibadah merupakan kebahagiaan yang tiada tara.

4. Film
Film-film yang dibuat oleh kaum kafir berkutat pada memperebutkan harta, tahta, dan wanita yang hanya bersifat duniawi saja.

5. Music
Musik yang membawa kita menjadi lalai, alangkah baiknya kita tinggalkan. Karena akan membuat kita menjadi malas. Bahkan, anak-anak kecil sekarang lebih cepat menghafal lagu dari pada menghafal Al-Quran.

Langkah-langkah Gazwul Fikri
1. Merusak Akhlak (Ifsadul Akhlak)
Firman Allah dalam Qs. Al-Maidah: 82 yang artinya : Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik..” 

2. Menghancurkan Fitroh (Pemikiran)
Pada tahap ini, seseorang sudah tidak tahu mana yang baik mana yang buruk. Contohnya adalah paham –isme, yaitu:
1. Sekulerisme yang memisahkan agama dari pemerintahan.
2. Kapitalisme yang mencari keuntungan pribadi sebesar-besarnya.
3. Hedonisme yang menganggap kesenangan dan kenikmatan hidup adalah tujuan utama.
4. Liberalisme yang membuat orang-orang kegirangan karena kebebasan tanpabatas.
5. Materialisme yang mengagungkan materi.
6. Feminisme yang tidak membedakan laki-laki dan perempuan.
7. Dan paham-paham –isme yang lain.

3. Melarutkan Kepribadian
Pada tahap ini, umat Islam beragama Islam tapi tidak memiliki kepribadian Islam.

4. Menjatuhkan Aqidah
Tahap terakhir ini contohnya adalah Jaringan Islam Liberal yang sangat bertentangan dengan Aqidah-aqidah Islam.

Hasil Gazwul Fikri adalah memberikan loyalitas kepada kaum kafir. Firman Allah SWT:
Qs. Al-Mumtanah: 1 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar pada kebenaran yang disampaikan kepadamu.......

Qs. Al-Maidah: 51 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia(mu); mereka satu sama lain saling melindungi. Siapa diantara mereka teman setia, maka sesungguhnnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang zalim

Setelah mengetahui bagaimana dan dampak perang pemikiran yang diberikan oleh kaum kafir, kita dapat menghindarinya dengan memperkuat iman sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh mereka. Walaupun tanpa senjata, perang pemikiran perlahan-lahan akan menjatuhkan aqidah kaum muslim. Na’udzubillah.